|
Jakarta, Media Center - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) H. Wiranto mengatakan, sumber masalah nasional saat ini adalah karena manusia Indonesia telah kehilangan kejujuran, tidak lagi menggunakan hati nurani, melainkan telah dikuasai oleh nafsu zulmani. Oleh karenanya, tegas Wiranto, perjuangan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bukan semata-mata untuk memenangkan Pemilihan Umum 2009, mendudukkan kader-kadernya di Dewan Perwakilan Rakyat ataupun menjadikan Wiranto sebagai Presiden Republik Indonesia,melainkan sebagai alat Tuhan untuk membangun kebenaran, kejujuran dan mengalahkan nafsu zulmani.
“Karena itu kita tengah melakukan jihad. Menurut Rasulullah SAW, jihad tertinggi adalah jihad mengalahkan nafsu zulmani,” kata Wiranto saat member sambutan pada acara Silaturahmi dan Buka Puasa bersama Keluarga Besar Partai Hanura di kediaman Wiranto, Kamis (11/9). Menurut Wiranto, karena pertimbangan hati nurani pula maka Partai Hanura memutuskan untuk menurunkan syarat minimal caleg bisa dipilih langsung yakni dari 30 persen menurut UU No.10 tahun 2008 menjadi 15 persen. Hal itu untuk memberi peluang bagi caleg di nomor urut berapun untuk dapat terpilih. Lebih lanjut Wiranto menyentil ‘pertikaian’ diantara kader Hanura soal nomor urut caleg di beberapa daerah pemilihan. “Kalau masih ribut-ribut soal nomor urut, artinya belum menggunakan hati nurani, tetapi masih dikuasai nafsu zulmani,” kata Wiranto sambil menambahkan, bahwa bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk melatih menggunakan kejujuran dan kebenaran. Acara silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar Partai Hanura dihadiri oleh pengurus jajaran DPP, DPD DKI Jakarta, Korda DKI Jakarta, Korwil dari semua wilayah DKI Jakarta hingga DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, Perempuan Hanura, Pemuda Hanura serta bacaleg DPR dan DPRD DKI Jakarta. Sebelum berbuka, para hadirin mendapat siraman rohani dari Ustad Habib Ahmad Al Habsyi.* (Rth) |