|
Foto

Menu
Web Hanura

| Konsolidasi dan Angkat Isu Kemiskinan untuk Kampanye |
|
|
|
Jakarta, Media Centre – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang terus berkembang besar dan menyebar ke seluruh pelosok Indonesia merasa perlu melakukan koordinasi dan konsolidasi, terutama dalam memasuki masa kampanye Pemilu 2009 yang semakin intens. Koordinasi dan konsolidasi Partai Hanura dikemas dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Hanura yang digelar pada Sabtu-Minggu (15-16 Nopember 2008) di Hotel Sahid, Jakarta. Ketua Umum Hanura H. Wiranto, SH dalam pembukaan Rakornas menyatakan bahwa dulu pernah bersumpah akan membubarkan Partai Hanura sebelum Pemilu 2009 jika tidak dapat berkembang dan tetap dianggap sebagai partai gurem. “Tapi, pada hari ini Partai Hanura sudah terlalu besar untuk dibubarkan,” kata Wiranto. Sebegitu besarnya Partai Hanura yang kini sudah menyebar hingga ke desa-desa di Indonesia sehingga perlu dilakukan koordinasi dan konsolidasi. Wiranto menambahkan bahwa Rakornas mutlak dilakukan oleh organisasi sebesar Partai Hanura. Wiranto mengingatkan kader Hanura, agar tidak sombong meskipun Partai Hanura sudah menjadi besar. Namun, kebesaran Hanura harus menjadi pendorong semangat bagi para kader untuk berbuat lebih keras lagi bagi kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Ketua Panitia Pelaksana Rakornas II Partai Hanura Ari Kastela dalam laporannya mengatakan, agenda utama Rakornas adalah untuk konsolidasi dan koordinasi organisasi dan personalia, serta penyusunan langkah strategis untuk pemenangan pemilu. Sementara itu, Wakil Sekjen Partai Hanura Saleh Husin menambahkan bahwa Rakornas diikuti oleh hampir 300 orang dari unsur ketua, sekjen dan bendahara dari kepengurusan DPD Partai Hanura, Koordinator Wilayah, Koordinator Daerah, Penasehat Dewan Pakar, dan ketua Organisasi Sayap Partai Hanura. Saleh Husin menambahkan, Rakornas menampung laporan dan masukan dari daerah terkait dengan strategi pemenangan pemilu. “Berbagai permasalahan yang ada di daerah misalnya perlu adanya dukungan atribut partai, pendanaan dan sebagainya untuk pemenangan pemilu semuanya ditampung untuk dibahas lebih lanjut di tingkat DPP Partai Hanura," tambah Saleh Husin. Dalam penutupan Rakornas, Ketua Umum Hanura Wiranto menyatakan bahwa Partai Hanura akan mengangkat isu sentral tentang kemiskinan dalam kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Menurut Wiranto, penggunaan isu kemiskinan karena Hanura sendiri merasa partainya muncul dari rasa keprihatinan terhadap kondisi rakyat. Sementara itu, Rakornas Hanura menghasilkan dua keputusan penting. Pertama, berdasarkan pemahaman bersama seluruh pengurus Hanura, iklan kampanye akan dibuat secara terpusat. Selain itu, strategi dan kontrol oleh pusat sedangkan daerah menyesuaikan diri sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Kedua, Hanura mengeluarkan kebijakan untuk memberi kesempatan bagi setiap kader atau caleg yang memperoleh suara 15 persen untuk menjadi calon terpilih. Wiranto memberikan pengertian kepada semua caleg bahwa suara 15 persen itu tidak susah untuk diperoleh kalau betul-betul mau bekerja keras.* (AJ)
|
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Pemilu 2009
Caleg Hanura
| Daftar Calon Tetap |
| Caleg Banten |
| Caleg Jambi Afrizal Said |
| Caleg Jateng Ratna Ariani |
| Caleg Jatim Djamal Aziz |
| Caleg Jatim Yongkie Rudi |
| Caleg Kepri Ben Siburian |
| Caleg NTT Saleh Husin |
| Caleg Yogyakarta |
SMS 08176-426872 (08176-HANURA)
Pengunjung







![]() | Hari ini | 52 |
![]() | Kemarin | 842 |
![]() | Minggu ini | 2608 |
![]() | Bulan ini | 4727 |
![]() | Semua | 176868 |














