Foto

Menu
Web Hanura

| Pencalonan Capres Wiranto Tergantung Hasil Pemilihan Legislatif 2009 |
|
|
|
Jakarta, Media Centre – Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto, mempertegas kembali pencalonan dirinya sebagai Capres periode 2009 -2014 mendatang tergantung hasil pemilihan legislative 2009. “Saya menghargai sungguh motivasi tinggi dari 33 DPD Partai Hanura dan jajarannya yang menginginkan Ketua Umum DPP-nya harus maju sebagai Capres 2009. Namun, itu tergantung hasil pemilihan Legislatif 2009 dengan minimal meraih lima besar kursi di DPR-RI,” kata Wiranto, di Ambon, Selasa (26/8) malam. Wiranto menambahkan, menjadi seorang Presiden haruslah didukung perwakilan partai politik di DPR-RI dengan prosentasi “kursi” besar agar mampu menentukan kebijakan maupun arah pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial. “Presiden yang menjadi pilihan rakyat hendaknya didukung parlemen yang kuat sehingga tidak mudah diintervensi berbagai pihak, termasuk negara asing dengan berbagai kepentingan sehingga bangsa dan negara Indonesia bisa menempatkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” tegas Wiranto. Hal tersebut disampaikan Wiranto di Ambon dalam rangka melantik, mengukuhkan dan membuka enam kegiatan di jajaran DPD Partai Hanura Maluku. Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Hanura, Suaidi Marasabessy. Menurut Suaidi Marasabessy, pencalonan Ketua DPP Partai Hanura, Wiranto sebagai Capres 2009 - 2014 tergantung pada hasil pemilihan umum (Pemilu) Legislatif. “Hasil Pemilu akan memberikan gambaran dukungan legislatif kepada pemerintahan nanti. Suara signifikan di legislatif yang akan menentukan Presiden bisa membuat kebijakan dengan mandiri berdasarkan visi dan misi partai. Ini yang menjadi komitmen Hanura dalam memutuskan maju-tidaknya Pak Wiranto sebagai Capres," ujar Suaidi Marasabessy. Menurut Suaidi Marasabessy, Partai Hanura pada saat ini gencar melakukan sosialisasi sebagai strategi meraih kemenangan pada Pemilu Legislatif. Antara lain dengan melaksanakan Rapimda Harura di seluruh provinsi. "Rapimda bertujuan memadukan kepentingan daerah dan pusat dengan menyusun strategi pemenangan Pemilu Legislatif 2009 agar posisi Hanura yang berdasarkan survei masih di peringkat ketujuh, bisa masuk lima besar," katanya di Ambon, Selasa (26/8) sebagaimana dilaporkan Antara. "Kami haruslah belajar dari pemerintahan saat ini karena kenyataannya ada perwakilan Parpol di Kabinet Indonesia Bersatu. Namun legislatif terlihat membuat kebijakan baru sehingga kalau pun ada koalisi tapi sifatnya tidak permanen," tambah mantan Pangdam VII/Wirabuana itu. Menurut Suedy, Rapimda Hanura telah dilaksanakan di sebagian besar propinsi. Saat ini tinggal Jambi, Papua dan Papua Barat yang belum menyelesaikannya.* (AJ, Rth) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
SMS 08176-426872 (08176-HANURA)
Pengunjung







![]() | Hari ini | 98 |
![]() | Kemarin | 889 |
![]() | Minggu ini | 3580 |
![]() | Bulan ini | 15760 |
![]() | Semua | 146218 |














