|
Sejumlah organisasi perempuan Partai Golkar dan Partai Hanura menggelar doa ibu untuk bangsa. Ini dimaksudkan untuk mencapai kemenangan bagi pasangan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto pada pemilihan presiden-wapres (pilpres) mendatang. Doa bersama ini dihadiri 300 peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, yakni Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Perempuan Hanura, Istri Pengurus DPP Partai Golkar dan Hanura, Ormas Perempuan, Tim Kamnas, AMPG Pemuda Hanura dan perwakilanm relawan dan ormas. Acara ini dipimpin langsung oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan Uga Wiranto di Jakarta, Kamis (28/5) malam.
Mufidah dalam sambutannya mengatakan, beberapa hari ke depan ini merupakan saat-saat yang melelahkan bagi berjuta-juta rakyat Indonesia. Karena, masyarakat dihadapkan pada sebuah perhelatan besar memilih pemimpin.
Sekarang ini, tutur dia, sebuah polarisasi baru menyebabkan rakyat berada dalam kondisi dukung-mendukung calon tertentu.
"Kondisi ini menggembirakan bagi munculnya harapan bahwa proses ini akan melahirkan cita-cita demokrasi," ujarnya.
Tapi, dia juga merasa was-was bahwa sekat-sekat dukungan telah membuat jutaan warga terpisah oleh ideologi politik sebagai pendukung tokoh-tokoh yang akan maju sebagai pemimpin.
"Dalam keyakinan agama Islam, saat para suami pergi ke medan laga, maka para istri menjadi palang penjaga untuk medan pertempuran yang paling berharga bagi kami. Tak ada senjata paling ampuh yang kami miliki, selain memunajatkan doa siang dan malam, dalam tidur dan jaga, dalam kesempitan dan kelonggaran," ujar Mufidah.
Pemilu Aman-Jurdil
Sementara itu, Uga mengatakan bahwa sebagai istri dan ibu, merasa patut untuk mendoakan para suami yang akan mulai melakukan kampanye dalam rangka menghadapi Pemilihan presiden-wapres (pilpres) mendatang. "Kami ikhlas mendoakan agar mereka berhasil dalam tugas yang mahaberat," katanya.
Dia juga berharap, pemilu akan berjalan aman, lancar, dan tertib sehingga sesuai dengan apa yang dicita-citakan. "Kita berharap generasi Indonesia bisa lebih baik dan sejajar dengan bangsa maju dengan pemimpin yang amanah, sehingga negara bisa aman dan damai," katanya.
Ia juga mengaku ikhlas apabila dalam perjalanannya ada kegagalan. Namun, dengan keyakinan untuk menang, maka dibutuhkan perjuangan dan usaha. "Usaha sebelum berperang dan dengan niat dan keyakinan menang, maka tentunya butuh usaha terlebih dahulu," ujar Uga.
Sementara itu, Ketua Umum KPPG E Agustini Syarwan Hamid mengatakan, kegiatan ini mempunyai makna besar sebagai bagian dari upaya mengawal agenda besar, yakni pilpres dengan harapan tercipta demokrasi yang sehat, kuat, cerdas, dan jujur. "Dengan doa untuk bangsa ini, maka harapannya bangsa memperoleh kesejahteraan, kemakmuran, dan kemajuan secara lebih cepat, lebih baik sesuai hati nurani," katanya. -suarakarya-online.com |