|
Foto

Menu
Web Hanura

| KPW Menaruh Harapan pada Wiranto |
|
|
Jakarta, Media Centre – Masyarakat yang hampir frustrasi akibat krisis kepemimpinan di Indonesia akhirnya menemukan tokoh idaman yang dapat dipercaya dan dapat diharapkan. Tokoh idaman tersebut adalah Wiranto, mantan panglima TNI yang kini menjadi Ketua Umum Partai Hanura. Sejumlah komponen masyarakat yang menaruh harapan dan kepercayaan kepada Wiranto telah mendeklarasikan berdirinya Komunitas Percaya Wiranto (KPW) di Menara Imperium, Kamis (21/8) malam.Pendeklarasian KPW yang dipandu oleh Runner-up 1 Miss Indonesia 2007, Kartika Indah Pelapory, berlangsung meriah. Acara didahului dengan dialog bersama dengan Sekjen KPW Afmai Dirno dan para deklarator (perwakilan dari 10 komunitas masyarakat), pembacaan Kesepakatan Bersama Rakyat oleh Sekjen KPW Afmai Dirno, kemudian kata sambutan dan pembacaan Deklarasi oleh Ketua Umum KPW, Gamal Putra, dan dilanjutkan dengan peluncuran logo KPW. Sebelum acara deklarasi KPW, dilakukan pengumpulan pendapat masyarakat tentang pemimpin yang diharapkan. Acara yang dipandu oleh artis Yulia Rahman ini berhasil merangkum sejumlah pendapat masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa presiden yang akan datang harus mengerti harapan rakyat, kalau tidak sanggup lebih baik presiden tersebut turun saja. Pendapat yang lain mengemukakan bahwa presiden yang akan datang harus lebih baik dari yang sekarang, kalau hanya seperti sekarang lebih baik golput saja. Menurut fungsionaris Partai Hanura, Karna B. Lesmana, pemimpin yang akan datang harus dilihat jejak rekamnya, keberhasilannya perlu diperhatikan, keberhasilannya membina keluarga dan lingkungan juga dilihat. “Selain itu, kita harus terus aktif mendorong munculnya pemimpin yang berkualitas dan mempunyai hati nurani,” kata Karna B. Lesmana.Menurut Ketua Umum KPW, Gamal Putra, KPW bukanlah penentu untuk mengantarkan Wiranto ke kursi kepresidenan pada Pilpres 2009. “Tetapi, KPW adalah komunitas yang percaya bahwa Wiranto mampu dengan tegas dan bijaksana memimpin bangsa Indonesia lima tahun ke depan untuk mencapai tujuan negara, yaitu menyejahterakan seluruh tumpah darah Indonesia,” kata Gamal Putra. Gamal Putra menambahkan bahwa sebagai bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah di laut, di gunung dan di perut bumi, pada hari ini setelah 63 tahun merdeka seluruh rakyat Indonesia semestinya telah mengenyam kesejahteraan, bukan sebagai bangsa yang masih tega melihat rakyatnya mengantri minyak tanah dan mengantri mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi atas kenaikan BBM. Berkaitan dengan hal tersebut, ke depan bangsa Indonesia butuh seorang pemimpin yang tegas, bijaksana dan tak mudah lupa diri dalam arti lupa akan janjinya sebagai pemimpin untuk membuka peluang bagi tercapainya kesejahteraan untuk seluruh rakyat. “Untuk tujuan ini, kami satu visi dengan Bapak Wiranto yang sangat peduli ingin mengentaskan kemiskinan dan sekaligus sebagai negarawan yang memang tidak mudah lupa diri pada saat memegang mandate mengawal reformasi di tahun 1998 silam,” kata Afmai Dirno, Sekjen KPW. Afmai Dirno menambahkan, kalau Wiranto pada waktu itu (1998) lupa diri dan haus kekuasaan tentunya dia sebagai Panglima ABRI dengan mudah mengambil alih kekuasaan. Namun hal itu tidak dilakukannya dan lebih memilih sebagai pengawal reformasi saja, meskipun belakangan setelah beliau turun panggung reformasi sepertinya tidak lagi berjalan di rel yang sesungguhnya. Berdirinya KPW bukan semata untuk mendukung gerak langkah Wiranto, tetapi lebih dari itu adalah sebagai jawaban atas ancaman bakal makin meningkatnya jumlah golongan putih (golput) pada Pemilu 2009 mendatang. Angka golput yang berada pada kisaran di atas 30 persen dalam Pilkada Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan malah angka golput berada di atas angka peraih suara terbanyak, telah menunjukkan bukti makin melemahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan sekarang. “Pilkada memang di daerah, tetapi itu adalah sebagai indicator makin menipisnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sehingga mereka menjadi malas berpartisipasi dalam pemilu,” kata Gamal Putra.Karena itu, dengan kehadiran KPW diharapkan masyarakat yang nyaris frustrasi tersebut mempunyai pilihan lain dari wajah calon pemimpin. “Kalau tidak percaya kepada yang sudah pernah dan sedang memimpin, masih ada pilihan terhadap figure yang pernah teruji sebagai pemimpin yang memang tidak pernah lupa diri, yaitu Pak Wiranto,” tambah Gamal Putra. Sementara itu, Afmai Dirno menambahkan bahwa KPW berdiri sendiri dan bukan merupakan elemen dari Wiranto. Hanya saja, KPW memang percaya kepada Wiranto untuk memimpin bangsa Indonesia yang besar ini lima tahun ke depan. Misi KPW adalah untuk terus memupuk dan merangkul masyarakat yang ragu-ragu kepada pemerintah atau yang ingin memilih golput untuk percaya dan yakin bahwa masih ada pemimpin yang mampu menjawab tantangn zaman dan menjadikan kekayaan alam negaranya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat seluas-luasnya sesuai amanat UUD 1945, bukan untuk mendahulukan kepentingan golongan tertentu dan bahkan pihak asing.* (AJ, AS) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Pemilu 2009
Caleg Hanura
| Daftar Calon Tetap |
| Caleg Banten |
| Caleg Jambi Afrizal Said |
| Caleg Jateng Ratna Ariani |
| Caleg Jatim Djamal Aziz |
| Caleg Jatim Yongkie Rudi |
| Caleg Kepri Ben Siburian |
| Caleg NTT Saleh Husin |
| Caleg Yogyakarta |
SMS 08176-426872 (08176-HANURA)
Pengunjung







![]() | Hari ini | 43 |
![]() | Kemarin | 842 |
![]() | Minggu ini | 2599 |
![]() | Bulan ini | 4718 |
![]() | Semua | 176859 |









Jakarta, Media Centre – Masyarakat yang hampir frustrasi akibat krisis kepemimpinan di Indonesia akhirnya menemukan tokoh idaman yang dapat dipercaya dan dapat diharapkan. Tokoh idaman tersebut adalah Wiranto, mantan panglima TNI yang kini menjadi Ketua Umum Partai Hanura. Sejumlah komponen masyarakat yang menaruh harapan dan kepercayaan kepada Wiranto telah mendeklarasikan berdirinya Komunitas Percaya Wiranto (KPW) di Menara Imperium, Kamis (21/8) malam.
Sebelum acara deklarasi KPW, dilakukan pengumpulan pendapat masyarakat tentang pemimpin yang diharapkan. Acara yang dipandu oleh artis Yulia Rahman ini berhasil merangkum sejumlah pendapat masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa presiden yang akan datang harus mengerti harapan rakyat, kalau tidak sanggup lebih baik presiden tersebut turun saja. Pendapat yang lain mengemukakan bahwa presiden yang akan datang harus lebih baik dari yang sekarang, kalau hanya seperti sekarang lebih baik golput saja. Menurut fungsionaris Partai Hanura, Karna B. Lesmana, pemimpin yang akan datang harus dilihat jejak rekamnya, keberhasilannya perlu diperhatikan, keberhasilannya membina keluarga dan lingkungan juga dilihat. “Selain itu, kita harus terus aktif mendorong munculnya pemimpin yang berkualitas dan mempunyai hati nurani,” kata Karna B. Lesmana.
Berdirinya KPW bukan semata untuk mendukung gerak langkah Wiranto, tetapi lebih dari itu adalah sebagai jawaban atas ancaman bakal makin meningkatnya jumlah golongan putih (golput) pada Pemilu 2009 mendatang. Angka golput yang berada pada kisaran di atas 30 persen dalam Pilkada Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan malah angka golput berada di atas angka peraih suara terbanyak, telah menunjukkan bukti makin melemahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan sekarang. “Pilkada memang di daerah, tetapi itu adalah sebagai indicator makin menipisnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sehingga mereka menjadi malas berpartisipasi dalam pemilu,” kata Gamal Putra.




