Foto

Menu
Web Hanura

| Kenaikan Harga Elpiji Akhirnya Dianulir |
|
|
|
Jakarta, Media Centre – Kritik yang dilakukan Ketua Umum DPP Partai Hanura, H. Wiranto, SH di beberapa kesempatan serta jeritan masyarakat tentang rencana kenaikan harga elpiji setiap bulan akhirnya membuahkan kelegaan. Pemerintah memutuskan menganulir kenaikan harga elpiji per bulan tersebut. Diputuskan, harga elpiji baru akan dinaikkan kembali setelah 2009. Hal tersebut ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/9). Seperti diketahui bersama, terhitung 25 Agustus 2008, Pertamina telah menaikkan harga jual elpiji kemasan 12 kg dari Rp 5.250 per kg menjadi Rp 5.750 atau naik dari Rp 63.000 per tabung menjadi Rp 69.000. Adapun harga jual elpiji kemasan 50 kg naik dari Rp 343.900 menjadi Rp 362.750. Semula, kebijakan pemerintah yang menaikkan harga elpiji di saat masyarakat mempersiapkan diri menunaikan ibadah Bulan Suci Ramadhan 1429 H dinilai banyak kalangan sebagai kebijakan yang tidak tanggap terhadap persoalan yang dihadapi masyrakat. Ketua Umum Hanura, Wiranto mengaku sudah sering mengingatkan pemerintah agar mewaspadai berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup maupun kebutuhan dasar masyarakat seperti elpiji. Wiranto juga menginatkan bahwa kebijakan menaikkan harga elpiji dan bahan bakar lain untuk keperluan dasar hidup masyarakat, seperti untuk memasak, dapat mendorong kembali masyarakat menggunakan kayu bakar. “Kalau hal itu terjadi maka akan dapat merusak kelestarian bumi yang hijau ini,” kata Wiranto, beberapa waktu lalu. Seperti dilaporkan Antara (2/9), sebagian besar warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, terutama di pedesaan dan perkampungan, sejak sepekan terakhir kembali menggunakan kayu bakar, menyusul semakin langka dan mahalnya bahan bakar (minyak tanah) di daerah tersebut. Hal tersebut dikarenakan minyak tanah bersubsidi di Garut terus-menerus diburu spekulan dan warga Bandung, juga “dauber” konsumen elpiji berkapasitas 12 kg, yang kini kembali beralih ke minyak tanah, akibat naiknya harga elpiji 12 kg. Dengan dianulirnya kenaikkan harga elpiji kemasan tabung 12 kg dan 50 kg diharapkan akan dapat mengurangi dampak yang merugikan terhadap masyakat dan lingkungan tersebut. Selain itu, diharapkan pemerintah dalam membuat kebijakan selalu bertanya kepada hati nurani sehingga keputusan yang dibuatnya tidak merugikan masyarakat dan lingkungan hidup.* (AJ) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
SMS 08176-426872 (08176-HANURA)
Pengunjung







![]() | Hari ini | 105 |
![]() | Kemarin | 889 |
![]() | Minggu ini | 3587 |
![]() | Bulan ini | 15767 |
![]() | Semua | 146225 |














