|
Jakarta, Media Center- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi atas RUU Pilpres yang telah disetujui untuk disahkan menjadi UU dalam hal persyaratan pengajuan calon presiden. Dalam RUU Pilpres yang akan disahkan menjadi UU disebutkan bahwa pengajuan calon presiden dan wapres disampaikan partai atau gabungan partai yang minimal meraih 20 persen suara di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional pada Pemilu 2009. "Ketentuan itu tidak memenuhi rasa keadilan sehingga perlu diluruskan," kata Wiranto kepada wartawan di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (2/11) seusai menghadiri Peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda yang diselenggarakan Pemuda Hanura.
Wiranto menegaskan pernyataan sebelumnya yang disampaikan saat jumpa pers seusai deklarasi POS Wiranto di Jakarta bahwa persyaratan pengajuan calon presiden dan wapres itu menciderai demokrasi. Menurut Wiranto, semakin tinggi persyaratan maka semakin sedikit munculnya pemimpin baru yang berkualitas. “DPR seharusnya lebih mempertegas syarat tentang kapabilitas dan kualitas capres, bukan menaikkan angka. Syarat menjadi capres bukan hanya mau tetapi mampu,” kata Wiranto. Wiranto menilai penetapan syarat yang tinggi oleh DPR adalah upaya menciptakan kompetisi yang tidak sehat dan tidak jujur. “Ini menghambat proses demokrasi yang dibangun sejak era reformasi. TNI pada 1998 dengan legowo mengantarkan bangsa ini menuju demokratisasi. Jika kini ingin dicegah saya punya hak untuk mengingatkan,” kata Wiranto yang saat reformasi bergulir menjabat Panglima TNI. Sementara itu, Sekjen Partai Hanura Yus Usman Sumanegara mengatakan, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Matahari Bangsa, dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama akan bergabung dengan Partai Hanura dalam mengajukan uji material ke Mahkamah Agung. “Tiap partai mengirimkan anggotanya untuk bergabung dalam tim hokum bersama,” kata Yus Usman. Menurut dia, setiap orang yang memiliki kemampuan perlu diberi kesempatan yang sama untuk memimpin bangsa , sehingga jangan dibatasi dengan persyaratan pencalonan yang tinggi dan memberatkan. (Rth) |