|
Sejumlah tokoh Sunda memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto. Dukungan itu ditunjukkan dengan menghadiri pelantikan sukarelawan Gerakan Solidaritas JK-Wiranto tingkat Jawa Barat, Selasa (16/6) di Gedung PT Pos, Jalan Banda, Bandung.
Tokoh Sunda yang hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Sunda Memet H Hamdan, Ketua Pasundan Istri Popong Otje Djundjunan, Ketua Paguyuban Pasundan Ahmad Syafei, serta sesepuh organisasi kepemudaan Angkatan Muda Siliwangi Djaja Subagdja Husein.
Dalam kesempatan itu, Wiranto hadir melantik sukarelawan seusai mengunjungi Museum Asia Afrika dan Gedung Indonesia Menggugat. Ia didampingi juru bicara Tim Kampanye Nasional Kalla-Wiranto, Yuddy Chrisnandi, dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jabar Uu Rukmana.
Perwakilan tokoh Sunda Ahmad Syafei menegaskan, pihaknya menaruh harapan kepada pasangan Kalla-Wiranto dalam pemilu presiden 2009. Pasangan itu dinilai paling peduli dengan kepentingan rakyat Jabar serta orang Sunda khususnya. Masuk kabinet
Terkait dengan dukungan tokoh Sunda, Yuddy mengatakan, hal itu dilatarbelakangi kepedulian Kalla terhadap peran warga Sunda di pemerintahan. "Pak Kalla berkomitmen untuk membawa kader-kader muda Sunda masuk ke dalam pemerintahan bila dia terpilih," katanya.
Kalla merupakan satu-satunya calon yang berani secara terbuka mengungkapkan hal itu di depan tokoh-tokoh Sunda. Kesediaan itu, kata Yuddy, menunjukkan kepedulian Kalla terhadap kualitas dan kemampuan kader muda Sunda.
Namun, Yuddy menolak menyebutkan berapa jumlah kursi kabinet yang dijanjikan akan diduduki kader Sunda andaikata Kalla terpilih. "Kami tentunya tidak bisa mematok jumlah kader Sunda yang duduk di pemerintahan. Keterwakilan dari daerah lain juga harus diperhatikan. Kader Sunda juga harus tetap bersaing secara adil dengan kader dari daerah lain," paparnya. Tergantung figur
Komitmen Kalla untuk menjadi presiden hanya dalam satu periode, ungkap Yuddy, secara implisit merupakan upaya Kalla memberikan kesempatan bagi generasi muda, termasuk dari kalangan Sunda, untuk turut bersaing dalam pemilu presiden 2014. Yuddy merupakan salah satu kader Golkar dari kalangan Sunda yang sejak awal optimistis akan mencalonkan diri pada pemilu presiden 2014.
Dukungan tokoh Sunda dinilai akan menaikkan perolehan suara Kalla-Wiranto di Jabar. Bahkan tim kampanye pasangan Kalla-Wiranto menargetkan menang di Jabar. "Kami tidak menargetkan nominal perolehan suara di Jabar. Namun, kami menargetkan menang di sini," ujarnya.
Sementara itu, seusai kampanye dialogis di Kota Cirebon, Selasa sore, Wiranto mengaku optimistis bisa meraih suara yang tinggi di wilayah Cirebon. Sebab, pasangan Kalla-Wiranto diterima sangat baik di daerah itu. Selain itu, perolehan suara Golkar pada pemilu presiden 2004 juga sangat baik.
Menanggapi soal kawasan pantai utara yang dikuasai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Wiranto menegaskan, itu bukan masalah penting. Alasannya, pada pemilu presiden yang lebih berpengaruh adalah figur capres atau cawapres, bukan lagi partai politik yang menguasai daerah tersebut. Oleh sebab itu, perlu ada kesepakatan di tingkat bawah.
Di Cirebon, Wiranto mencoba menggalang dukungan dari kalangan pondok pesantren dan ulama. Saat berdialog dengan masyarakat dan pendukungnya di Hotel Santika, Kota Cirebon, Wiranto menyinggung perlunya perhatian pemerintah kepada tenaga kerja Indonesia, pasar tradisional yang tergeser oleh pasar-pasar modern, serta usaha mikro kecil yang belum banyak tersentuh. -kompas.com |