|
Oleh: Ir. Ahmad Jauhari, MSi Umat Islam dianjurkan untuk berdisiplin menghargai waktu dengan sebaik-baiknya serta memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi dalam hidupnya. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Ashr: 1–3 ditegaskan sebagai berikut:“Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta saling nasehat menasehati dalam masalah kebenaran dan saling nasehat menasehati dengan penuh kesabaran”.
Selanjutnya dalam sebuah Hadist diterangkan tentang betapa pentingnya menghargai waktu sebagai berikut: Dari Ibnu Abbas ra berkata: “Apabila engkau berada di dalam waktu sore, maka janganlah kamu menunda-nunda pekerjaan sampai waktu pagi. Dan apabila kamu berada di waktu pagi, maka janganlah kamu menunda-nunda pekerjaan sampai waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu untuk menghadapi waktu sakitmu, dan masa hidupmu untuk menghadapi waktu matimu”. (HR Ibnu Asakir). Berdasarkan ayat dan hadist di atas maka sangat jelas bahwa agama Islam menanamkan dan mendidik umatnya agar memiliki disiplin dalam menghargai waktu. Apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, maka pergeseran waktu akan menjadi pedang yang akan memangkas sisa hidup manusia. Manusia tidak dapat memutar ulang perjalanan waktu dan sisa waktu hidup harus dioptimalkan penggunaannya dengan sebaik-baiknya. Dalam sebuah Hadist dijelaskan tentang pentingnya peningkatan prestasi dari waktu ke waktu berikutnya, sebai berikut: “Barangsiapa pada hari ini (amalnya) lebih baik dari hari kemarin, maka berarti ia beruntung. Barangsiapa pada hari ini keadaannya sama dengan hari kemarin, maka berarti ia merugi. Dan barangsiapa pada hari ini keadaannya lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya ia termasuk orang yang terkutuk atau tersesat.” (HR Al-Hakim). Selain menganjurkan kepada umatnya untuk menghargai waktu, agama Islam juga memberikan tuntunan tentang etos kerja. Semangat atau etos kerja perlu diaplikasikan dalam kehidupan umat manusia, agar mereka mampu meraih kejayaan hidup duniawi dan ukhrawi. Banyak ayat Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW yang menuntun dan membimbing umat manusia agar memiliki etos kerja yang tinggi sehingga menjadi umat yang kuat dan tangguh. Dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah: 105, Allah SWT berfirman sebagi berikut: “Katakanlah: Hai kaum-Ku bekerjalah kamu, nanti Allah dan rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu”. Kemudian, dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am: 135, Allah SWT menegaskan lagi sebagai berikut: “Katakanlah: Hai kaum-Ku, bekerjalah kamu menurut kemampuanmu. Sesungguhnya Aku-pun bekerja pula. Kelak kamu akan mengetahui siapakah di antara kita yang akan memperoleh hasil yang lebih baik di dunia ini.” * • Penulis aktivis masjid, peneliti dan dosen, tinggal di Jakarta |