| Bertobat dan Beruntung |
| Rabu, 22 Oktober 2008 | |
|
Oleh: Ir. Ahmad Jauhari, MSi Seseorang yang telah berbuat salah melanggar aturan agama maka wajib baginya untuk bertobat kepada Allah SWT. Para ulama berpendapat bahwa tobat itu hukumnya wajib. Jika perbuatan dosanya tidak bersangkutan dengan manusia maka syarat tobat yang harus dilakukan ada tiga. Pertama, harus meninggalkan maksiat yang telah dilakukannya. Kedua, menyesali perbuatannya. Ketiga, bertekad untuk tidak melakukannya kembali perbuatan maksiat tersebut selama-lamanya. Ketiga syarat tersebut harus dipenuhi agar tobat seseorang menjadi sah. Apabila salah satu dari tiga syarat tersebut tidak dipenuhi maka tobatnya tidak sah. Betobat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan tobat itu sebenarnya akan memberikan keuntungan kepada orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah SWT berfirman: “Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (Al-Qur’an, Surat An-Nur: 31). Selanjutnya, jika perbuatan dosa yang dilakukan seseorang berhubungan dengan orang lain, maka syarat tobatnya ada empat. Tiga syarat yang telah disebutkan, ditambah dengan satu syarat yaitu membersihkan diri atau membebaskan diri dari hak yang terkait dengan orang lain tersebut. Apabila dosa yang dilakukan terkait dengan harta benda maka harta benda tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya. Selanjutnya, apabila dosa yang dilakukan berupa tuduhan zina kepada orang lain atau sejenisnya maka kewajibannya adalah meminta maaf kepada orang yang dituduhnya. Seseorang yang bertobat hanya untuk sebagian dosanya (karena dosanya memang terlalu banyak) maka tobatnya adalah sah, tetapi untuk dosa yang lain masih tetap berkewajiban bertobat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk selalu meminta ampun dan bertobat kepada-Nya. Artinya, tobat itu sebenarnya wajib hukumnya bagi orang yang berbuat dosa. “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobatlah.” (Al-Qur’an, Surat Hud: 3). Tobat yang benar adalah tidak mengulangi lagi perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.” (Al-Qur’an, Surat At-Tahrim: 8). Dalam bertobat juga disertai permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa yang pernah dilakukannya. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya agar selalu memohon ampun kepada Allah SWT dengan senantiasa mengucapkan istighfar. Dari Abu Hurairoh ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya saya mengucap istighfar dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.” (HR Bukhari).* • Ir. Ahmad Jauhari, 08151893575, Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya |