Wiranto : Hanura Bukan Oposisi, Tapi Mengkritisi
Senin, 26 Oktober 2009
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, mengatakan, posisi politik yang dipilih partainya bukan sebagai kekuatan oposisi. Bagi dia, oposisi diasumsikan langsung berseberangan dengan segala kebijakan yang diambil pemerintah. Posisi Hanura sebagai kekuatan politik yang mengkritisi kebijakan pemerintah. Hal itu dikatakan Wiranto, seusai menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Selasa (20/10) di Gedung MPR/DPR, Jakarta.

"Bukan oposisi ya, tapi mengkritisi. Kalau oposisi kan kesannya beda dengan pemerintah. Kalau mengkritisi, kita memberikan penilaian terhadap kebijakan pemerintah," ujar Wiranto yang berpasangan dengan Jusuf Kalla pada pemilihan presiden lalu.

Dengan posisi mengkritisi, menurut dia, Hanura bisa menjadi kekuatan yang mengawal apakah janji SBY sebagai presiden terpilih dapat direalisasikan selama masa jabatannya. "Pidato presiden terpilih sudah bagus. Tetapi, dibutuhkan pihak-pihak lain yang mengawasi, mengkritisi dan menyempurnakan rencana itu. Itulah posisi Hanura. Bukan hanya oposisi pada lembaga," ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Hanura bergabung dengan PDI Perjuangan dan Gerindra sebagai kekuatan penyeimbang, Wiranto hanya menjawab singkat, "Kita lihat nanti saja," kata Wiranto. -kompas