Berita
11
Jan
2013

Mendagri: Jumlah Pemilih Pemilu 2014 Capai 185 Juta Orang

Jumlah pemilih dalam Pemilu 2014 diperkirakan mencapai 185 juta. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan perekaman hingga batas akhir pengumuman Data Penduduk Potensial Pemilih (DP4).

"Hingga kini, sebanyak 173,7 juta warga sudah mendaftarkan diri dalam e-KTP. Dan masih ada waktu perekaman untuk penyusunan daftar pemilih," katanya di Jakarta, Kamis (6/12).

Gamawan menyebutkan, penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) nantinya berbasis pada perekaman e-KTP. Selain itu, data dari e-KTP masih akan digabung dengan daftar pemilih yang berada di luar negeri. "Data itu akan terus diperbaiki setiap dua bulannya untuk mengakomodasi calon pemilih hak suara," ujarnya.

Pada kesempatan itu Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengungkapkan, jumlah warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang memiliki hak pilih di Pemilu 2014 diperkirakan sebanyak 4.694.484 orang. Kumlah agregat pemilik hak pilih itu masih bisa berubah karena daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT) bakal diveridikasi ulang menjelang hari pencoblosan.

"Mereka yang punya hak pilih meliputi ekspatriat, dosen, mahasiswa, hingga rumah tangga," katanya.

Ia menjelaskan, WNI di luar negeri memiliki hak yang sama dengan warga yang tinggal di Indonesia. Pencatatan hak pilih itu dilakukannya sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap suara rakyat.

"Data ini untuk memastikan data agregat WNI di luar negeri tercatat. Ini permulaan dari berbagai tahapan dan masih perlu diolah," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengungkapkan, pihaknya menargetkan siknronisasi Data Agregat Kependudukan (DAK) 2 yang diserahkan oleh Kemendagri rampung paling lambat Februari 2012. "Sinkronisasi akan dimulai 9 Desember sampai Februari 2013. Hasil DAK yang dicek akan menjadi DP4 yang diserahkan 7 Februari 2013," ujarnya.

Menurut Husni, mekanisme sinkronisasi data tersebut dikoordinasikan dengan beberapa lembaga terkait, seperti Kemendagri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Lembaga Sandi Negara.

Ia menjelaskan, untuk menjadikan DAK2 menjadi DP4, KPU akan mengolahnya dengan sistem informasi pemilih melalui gugus kerja. Mekanisme teknis itu, akan dibahas lebih lanjut agar sistem informasi pemilih untuk Pemilu 2014 bisa dibangun.

KPU saat ini sudah memiliki basis data kependudukan yang akan diaudit BPPT, dan disinkronisasikan juga dengan DAK2. "Basis data itu, diharapkan bisa mengatasi permasalahan teknis yang kerap ditemui pada setiap pelaksanaan pemilu. Seperti persoalan tidak cocoknya DPT di suatu daerah," jelasnya. [mediaindonesia.com/071212]

Tag: pemilu legislatif 2014

Copyright © 2012 Partai Hanura - All Rights Reserved