Berita
4
Dec
2012

Survei LSI: Suara Parpol Islam Disedot Parpol Nasionalis

Jakarta - Jika pemilihan umum tahun 2014 digelar hari ini, tidak ada satu partai politik (Parpol) Islam pun yang masuk dalam lima besar perolehan suara nasional. Ini terjadi karena beralihnya dukungan simpatisan parpol berlandaskan Islam ke parpol nasionalis.

“Andai kata pemilu dilaksanakan hari ini, parpol Islam terancam tidak masuk 5 besar pada pemilu 2014,” kata Penenili Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ajie Alfaraby saat merilis hasi survei terbarunya bertajuk “Makin Suramnya Partai dan Capres Islam di Pemilu 2014″ di kantornya bilangan Jakarta Timur, Minggu, (14/10).

Ajie memaparkan, lima besar perolehan suara akan disabet parpol berlandaskan nasionalisme atau kebangsaan. “Adapun parpol Islam hanya memperoleh dukungan suara di bawah 5%,” kata Ajie.

Menurutnya, fenomena ini adalah kali pertama terjadi terhadap sejumlah parpol Islam sejak pemilu tahun 2004, 2009, dan pada survei-survei tahun sebelumnya, yakni perolehan suara parpol Islam tak satupun masuk dalam jajaran 5 besar perolehan suara nasional.

Pada survei 2012, semua parpol Islam memperoleh dukungan di bawah 5%.Dibanding pemilu 2004, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih menempati posisi ketiga perolehan suara, yakni memperoleh dukungan sebesar 10,6%. Kemudian, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menempati posisi keempat karena memperoleh dukungan 8,1%, disusul partai nasionalis, Demokrat di peringkat kelima dengan perolehan suara sebesar 7,5%.

“Pada pemilu tahun 2009, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempati posisi keempat perolehan suara nasional dengan dukungan 7,9%. Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) di peringkt kelima dengan dukungan sebesar 6%,” papar Ajie.Menurutnya, tren perolehan suara parpol Islam terus terjun bebas.

Tahun 1955 yang merupakan pemilu pertama dan dicatat sebagai pemilu yang paling demokratis, total perolehan suara parpol Islam sebesar 43,7%. Kemudian, pada pemilu tahun 1999, yakni pemilu pertama pasca-Orde Baru, total perolehan semua Parpol Islam melorot ke angka 36,8%. Sedangkan pada pemilu tahun 2004, memang total perolehan suara parpol Islam sempat naik 1,3% dibanding tahun 1999, yakni menjadi 38,1%.

Namun, pada pemilu 1999, total suara partai Islam kembali anjlok, yakni hanya mendapat suara sebesar 25,1%. “Dan pada survei Oktober 2012, total suara parpol Islam jika digabungkan hanya sebesar 21,1%,” hitungnya. Ajie menjelaskan, parpol Islam, yakni parpol yang berasaskan Islam atau secara historis berbasis massa Islam. Sedangkan parpol nasionalis atau kebangsaan, adalah parpol yang berbasis pancasila atau secara historis berbasis massa nasionalis.

Sedangkan terkait metode survei, Ajie menjelaskan, survei dilakukan mulai 1-8 Oktober, menggunakan metode multistage rendom sampling, teridir 1.200 orang responden, jajak pendapat dilakunan dengan cara wawancara langsung atau secara tatap muka, dan marjin eror kurang lebih 2,9%.[(IS) sumber:Gatra.com|141012] #Ati

Tag: politik & hukum, pemilu legislatif 2014

Copyright © 2012 Partai Hanura - All Rights Reserved